Mengetuk Pintu Ar Rayyan : "Syahrul Ghufran"

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Bismillaahirrahmaanirrahiim


"Ramadhan, Bulan Pengampunan (Syahrul Ghufran)"

Ramadhan sebagai Syahrul Ghufran (bulan penuh ampunan) karena pada bulan Ramadhan, Allah SWT membukakan pintu pengampunan dan pembebasan dari api neraka.
Hadits dari Abdullah bin 'Amr bin 'As, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang yang berpuasa di waktu ia berbuka tersedia do'a yang makbul." [HR Ibnu Majah]. Hadits lain yang diriwayatkan Tirmidzi, "Ada tiga golongan yang tidak ditolak do'a mereka yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya."
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan saya menyunnahkan bagi kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa melaksanakan ibadah puasa dan shalat malamnya karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, niscaya dia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibundanya." [HR Nasa'i]

Tidak ada manusia yang terbebas dari dosa. Allah SWT telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosanya, agar hatinya selalu bergantung kepada Rabbnya, selalu menganggap dirinya sarat dengan kekurangan, sennatiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat 'ujub (mengagumi diri sendiri), ghurur (terpedaya dengan amalan pribadi), dan kesombongan.

Nikmat Dibukanya Pintu Ampunan
Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah SWT bukakan pintu taubat baginya sehingga ia benar-benar menyesali kesalahannya, merasa hina, dan rendah serta membutuhkan ampunan Allah SWT. Dan keburukan yang pernah ia lakukan itu merupakan sebab dari rahmat Allah SWT baginya. Sampai-sampai syaithan akan berkata, "Duhai, seandainya aku dahulu membiarkannya. Andai dulu aku tidak menjerumuskannya ke dalam dosa sampai ia bertobat dan mendapatkan rahmat Allah SWT."

Diriwayatkan bahwa seseorang berkata, "Sesungguhnya seorang hamba bisa jadi berbuat dosa, tetapi dosa tersebut menyebabkannya masuk surga." Orang-orang bertanya, "Bagaimana hal itu bisa terjadi?" Dia menjawab, "Dia berbuat suatu dosa, lalu dosa itu senantiasa terpampang di hadapannya. Dia khawatir, takut, menangis, menyesal, dan merasa malu kepada Rabb-nya, menundukkan kepala di hadapan-Nya dengan hati yang khusyu'. Maka dosa tersebut menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan orang itu, sehingga dosa tersebut lebih bermanfaat baginya daripada ketaatan yang banyak."

Hal ini memotivasi kita untuk selalu ingat pentingnya bertaubat, "Berlomba-lombalah kamu (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi." [QS Al Hadid: 21]

Dan ingatlah, sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya Allah SWT turun pada tiap malam ke langit dunia, hingga sepertiga malam yang terakhir, dan berfirman: Apakah ada orang yang meminta taubat hingga Aku berikan taubat kepadanya? Apakah ada yang meminta ampunan hingga Aku berikan ampunan kepadanya? Apakah ada orang yang meminta hingga aku kabulkan permintaannya? HIngga datang fajar." [HR Muslim]

Sebab-Sebab Turunnya Ampunan di Bulan Ramadhan:
  1. Melakukan puasa.
  2. Melakukan shalat terawih dan tahajud.
  3. Melakukan shalat dan ibadah di malam lailatul qadar, yaitu mengoptimalkan ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
  4. Memberi ifthar (makanan untuk berbuka) kepada orang yang berpuasa.
  5. Beristigfar, meminta ampunan serta berdo'a ketika dalam berpuasa, berbuka, dan sahur.
[Sumber: Diary Ramadhan, "Mengetuk Pintu Ar Rayyan" 1435 H]

wahai Tuhan jauh sudahlelah kaki melangkahaku hilang tanpa arahrindu hati sinarmu
wahai Tuhan aku lemahhilang terumur nodahapuskanlah terangilahjiwa di hitam jalanku
ampunkanlah akuterimalah taubatkusesungguhnya engkauSang Maha Pengampun Dosa
Ya Rabbi, ijinkanlahaku kembali padamumeski mungkin takkan sempurnaaku sebagai hambamu
ampunkanlah akuterimalah taubatkusesungguhnya engkauSang Maha Pengampun Dosa
berikanlah akukesempatan waktuaku ingin kembalikembali...
dan meski aku tak layaksujud padamudan sungguh tak layakaku...

[Sumber: Taubat - Opick link]
**

Ya Rabb.. Aku kembali kepada-Mu. Engkau Maha Pengampun. Engkau Maha Pengasih dan Penyayang. Tanpa-Mu, aku tak sanggup bertahan menghadapi segala cobaan. Mohon ampunilah segala dosa-dosaku yang telah lalu. Begitu pula dengan dosa-dosa orang tua dan keluargaku. Tetapkanlah kami dalam keistiqamahan untuk menaati segala perintah-Mu, serta menjauhi segala larangan-Mu.



Ya Hadii.. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus...........Berilah kami teguran apabila kami salah dan ampunilah kami. Berikan kami kesempatan untuk selalu memperbaiki diri. Ibarat sebuah buku yang berisi penuh catatan kesalahan-kesalahan, maka izinkan kami menggantinya dengan catatan kebaikan-kebaikan.

Berkahilah kami di bulan suci ini, Yaa Rahman...
Terimalah amalan ibadah kami hingga kami pantas untuk meraih gelar 'takwa' di hadapan-Mu.
Hingga kami diberi kesempatan mengetuk pintu Ar Rayyan, pintu surga bagi orang-orang yang berpuasa. Lalu memasukinya dengan amal 'kesabaran'.

An Maharani Bluepen
08 Ramadhan 1435 H

Read Users' Comments (2)

2 Response to "Mengetuk Pintu Ar Rayyan : "Syahrul Ghufran""

  1. Annur El Karimah, on 6 Juli 2014 09.49 said:

    Ma Syaa Allah... postingannya menarik. Syahrul Ghufran
    jadi merinding, dan bulan ramadhan memang penyejuk bagi hati yang merindu Allah...
    apa kabar ukht An? sehat,. lama gak mampir ke sini.

  2. Ania Maharani, on 6 Juli 2014 15.23 said:

    Alhamdulillah, sehat, Neng Annur. Miss u, too. Lama ga mampir ke tempatmu #blogwalking

Posting Komentar

Thanks for reading
^________^

 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver