Rasa Cenderung, Tentram, Kasih dan Sayang

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kembali dengan diskusi saya bersama teman baik yang dulu juga membahas masalah bagaimana kita memilih pasangan hidup sementara kita adalah orang-orang yang tidak pacaran. Saya pernah menuliskannya di tulisan dengan judul Dengan Siapa. Silakan baca dulu tulisan tersebut ( klik di sini ) sebelum meneruskan tulisan ini.

Kami bukanlah ahli agama, tapi kami percaya bahwa Quran adalah kitab yang benar. Apapun yang disampaikan disana kami imani dengan semaksimal mungkin. Meski kadang kami bertanya-tanya bahkan seringkali menyangkal.

***
Membahas mengenai pasangan hidup memang menyenangkan di usia seperti ini. Karena agama ini mengatur segala hal dari bangun tidur hingga bangun negara, maka proses-proses tentang mencari pasangan hidup pun tak akan luput dari aturan-Nya. Diskusi malam ini via line cukup menyenangkan. Pemahaman baru pun masuk. Kami tidak pernah mendengarkan ceramah seperti ini sebelumnya, Mungkin saja Allah memberikan pemahamannya bagi orang-orang yang benar-benar mencari, dan kami mencari, dan inilah yang kami dapatkan.

Di umur 20+ seperti ini. Pikiran kita akan dipenuhi rasa tanya tentang siapakah sosok pendamping hidup kita. Semua berusaha mencari, ada yang menggunakan caranya sendiri, cara ala-liberal, cara islam, dll. Bagi kami, karena kami adalah islam dan islam menyediakan jawabannya. Maka kami akan menggunakan cara yang agama kami tuntun. Bukan yang lain. Sebab bagi kami, agama hanya omong kosong jika tidak diwujudkan dalam perkataan dan perbuatan.

Ditengah gempuran budaya barat dan pemahaman dalam masyarakat yang mewajarkan hubungan sebelum pernikahan yang tidak halal. Kami berusaha bertahan dan mencari argumentasi terbaik untuk mengajak sebanyak mungkin orang kembali kepada pemahaman agama yang lurus. Salah satu godaan terbesar memang syahwat. Kecenderungan lawan jenis dan ini sangat rawan di usia pra-nikah. Jika tidak dibentengi dengan pemahaman yang kuat dan fundamental. Seorang yang nampak alim, berkopiah sarung kemana-mana, hafalannya segudang, jilbabnya lebar kemana-mana, dan sejenisnya bisa terjerumus.

Dari Quran Surat Ar Rum ayat 21. Kami terpesona dengan apa yang Allah sampaikan. Meski kami seringkali melihatnya di lembar undangan walimah. Atau membacanya berulang kali. Baru sekali ini kami paham sesuatu makna yang sangat dalam dari satu ayat tersebut.

Allah menciptakan kita dan pasangan kita dari jenis yang sama, sama-sama manusia. Ternyata apa yang saya sampaikan ditulisan sebelumnya tertulis di sini dan itu ternyata jauh lebih dari cukup.

30:21
Sahih International
And of His signs is that He created for you from yourselves mates that you may find tranquillity in them; and He placed between you affection and mercy. Indeed in that are signs for a people who give thought.
Indonesian
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Perhatikan urutan dalam ayat tersebut.
1.       Cenderung
2.       Merasa tenteram
3.       Kasih
4.       Sayang

Bahkan dengan rasa cenderung pun kita sudah bisa menjawab pencarian kita dalam mencari pasangan hidup. Kita menyukai seseorang dalam sekali bertemu. Itu bisa saja terjadi dan bisa dilanjutkan dalam proses selanjutnya (taaruf). Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Jika rasa cenderung saja sudah menjawab apakah orang itu atau bukan. Jadi jika sudah sampai merasa tenteram (tenang) itu sudah lebih dari cukup.

Bahkan ada kisah, seseorang yang melamar seorang perempuan hanya karena laki-laki itu membaca tulisan di blognya. Atau bertemu sekali di pengajian. Berpapasan sekali di lorong sekolah. Bahkan beberapa orang hanya melihat fotonya saja ketika ditunjukan oleh murabbinya. Banyak cerita yang membuat kami tertegun dan takjub. Bagaimana bisa. Bukan tentang proses bertemunya mereka. Tapi bagaimana bisa mereka begitu percaya dan mempercayakan hidupnya kepada-Nya dan memilih cara-Nya untuk mencari pasangan hidupnya. Keyakinan yang bahkan sampai saat ini masih pasang surut pada kami.

Kasih sayang baru ada setelah akad nikah. Ketika kecenderungan terjawab dan rasa tenteram telah hidup. Pada ayat tersebut penulisan cenderung dan tenteram itu tidak menjadi satu dengan kasih dan sayang. Coba perhatikan. Kata Kasih bisa masuk dalam kelompok kata kerja (verb). Setelah meng-kasih maka timbullah sayang.  Sebenarnya saat belum halal bisa saja kita kasih ke orang itu dan bisa juga timbul sayang setelah kasih itu. Tapi, bagimana nilai kasih dan sayangnya? Berkahkah? Apakah yang sebenarnya kita cari dari hidup? Keberkahan atau sesuatu selain itu?

Ar Rum ayat 21 menjawab semuanya dengan jelas. Bahwa proses perasaan itu dari mulai cenderung – tenteram – kasih – sayang adalah proses yang akan dilalui oleh hati kita.  Ketika mencari pasangan hidup di usia ini dan dengan keyakinan yang seyakin-yakinnya pada apa yang telah Allah halalkan dan haramkan. Maka, kami percaya bahwa rasa cenderung itu cukup untuk memulai. Memulai memperkenalkan diri kepadanya dan keluarganya, memulai seluruh proses keseriusan itu, tidak sekedar bermain-main.

Allah yang menyuruh kita menikah, maka Dia pasti menjamin segala hal berkaitan dengan hal itu. Proses, Jodoh, Rejeki, semuanya telah Dia jamin. Tinggal bagaimana kita beriman kepada-Nya dan pada apa yang menjadi perintah-Nya. Maka orang-orang yang meragukan-Nya pun, termasuk meragukan aturan-Nya akan selalu diselimuti rasa ragu-ragu. Ragu-ragu apakah proses itu menjamin mendekatnya jodoh. Ragu-ragu apakah dia bisa menemukan jodohnya melalui proses-Nya itu. Atau ketika dia telah keluar dari apa yang Dia berikan, dia akan diselimuti keraguan yang tidak ada habisnya. Tentang apakah orang yang jadi kekasihnya saat ini adalah orang yang tepat. Tentang materi yang  tak kunjung cukup. Tentang keluarga yang tak kunjung saling kenal. Tentang terlalu lamanya berkasih-kasihan tapi tidak jelas kemana tujuan.

Semakin kita menjauh dari-Nya maka kita akan semakin hidup dalam keraguan. Kami memilih percaya dan mempercayakan hidup ini kepada-Nya. Dan kepercayaan kami, kami yakini akan digantikan dengan hal yang sebaik-baiknya. Yaitu rasa tenteram dalam menjalani hidup ini.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Temanggung, 23 November 2013
(c)Kurniawan Gunadi
http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/67846970204/tulisan-rasa-cenderung-tenteram-kasih-dan-sayang 

Read Users' Comments (1)comments

1 Response to "Rasa Cenderung, Tentram, Kasih dan Sayang"

  1. Gulunganpita, on 11 November 2014 07.16 said:

    kecenderungan memang bisa menjadi satu pertanda jika kita respon secara dewasa dan syar'i :)

Posting Komentar

Thanks for reading
^________^

 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver