PHN: [P]emberi [H]arapan [N]yata

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Pernah ingat kata-kata temen sebagai berikut: "Jika kamu menggantungkan harapan ke manusia, maka bisa saja hasilnya mengecewakan sewaktu-waktu. Namun sangat berbeda, jika kamu menggantungkan segala harapan ke Allah, Sang Maha Kuasa, maka harapan itu akan berbuah manis nantinya."
Sekar, keponakanku yang kini sudah besar ^_^


Saat berkunjung ke rumah keponakan, saya kembali diingatkan permintaannya bulan-bulan yang lalu..
"Tante Nia, jadi ngambil kucing buat kurawat di rumah, ga?"
Jleb. Anak kecil itu masih ingat kata-kata saya dulu, bahwa saya pernah ngomong kalau kucingnya mbak Pipit habis melahirkan, dan beliau bilang kalau mau ambil anak kucingnya silakan saja. Tapi bagaimana caranya dikirim ke Semarang? Saya langsung berujar, "Maaf, ya, sayang, sepertinya agak susah ngirim kucingnya dari Jakarta ke Semarang. Kak Sekar suka banget ma kucing, ya?"
"Iya, Tante. Sukaa banget," responnya yang membuat saya agak bersalah.

Sampai saat ini, dia belum berkesempatan merawat kucing. Hiks-hiks.. Jadi PR-saya yang belum terselesaikan.. Seakan-akan saya ini pemberi harapan palsu kepadanya. Saya memang ga janji sih, namun ada satu hal yang terlewati; saya lupa berujar "Insya Allah" kepadanya. Padahal makna "Insya Allah" ini sangat dalam maknanya. Tahukah, kawan?


Pagi-pagi ini saya menemukan artikel (link) yang menarik soal "Insya Allah" dalam blog tetangga. Ternyata, emang ada historinya (asbabun ayat) soal "Insya Allah".



18:23
Sahih International
And never say of anything, "Indeed, I will do that tomorrow,"
Indonesian
Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,


18:24
Sahih International
Except [when adding], "If Allah wills." And remember your Lord when you forget [it] and say, "Perhaps my Lord will guide me to what is nearer than this to right conduct."
Indonesian
kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini".
Asbabun ayat QS Al Kahfi: 23-24Ibnu Abbas menerangkan bahwa kedua ayat ini diturunkan berkenan dengan jawaban tergesa-gesa Rasulullah ketika orang-orang Quraisy datang dan bertanya kepada beliau tentang kisah para pemuda zaman dahulu yang tertidur ke gua Ashhabul Kahfi (HR Ibnu Ashaq)

Secara harfiah, kalimat insya Allah bermakna “jika Allah menghendaki”. Ucapan ini melambangkan  kesadaran hamba akan hakikat dirinya yang serba kelemahan. Sepandai apapun seorang manusia, ia hanya bisa merancang dan berharap. Allah-lah, Sang Pembuat Skenario terbaik bagi hamba-Nya kelak; apakah rencana manusia itu terlaksana atau tidak.


Imam al-Syafi‘i berkata, “Kelemahan adalah sifat manusia yang paling jelas. Barang siapa yang selalu menyadari sifat ini, dia akan  beristiqamah dalam beribadat kepada Allah.”



Namun sayang, pada zaman era modern ini masih banyak umat muslim yang kurang menyadari makna dari 'Insya Allah' sebenarnya. Mereka 'menyalahgunakan' kata Insya Allah saat berjanji, ataupun berbicara untuk satu hal di masa datang. Padahal, sebenarnya ucapan 'Insya Allah' itu termuat sebuah ikatan janji. Sebagai seorang muslim, janji adalah hutang yang mesti kita tunaikan. Ucapan Insya Allah juga bukan kalimat alternatif untuk menolak secara halus permintaan pihak yang ingin kita jaga hatinya.
Jika kita merasa tidak tahu apa yang terjadi esok hari, maka ucapkanlah 'Insya Allah' (Jika Allah Mengkehendaki). Karena memang Allah-lah, penentu takdir rencana yang kita tentukan. Jika kita merasa kurang yakin/ belum tahu, maka tetap ucapkanlah 'Insya Allah'. Ucapan ini juga mengisyaratkan rasa optimis dan semangat kita untuk melaksanakan apa yang telah kita rencanakan. Allah akan memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam melaksanakan apa yang diniatkannya.
Suatu ketika, saya pernah bertanya kepada teman dekat, mengenai kedatangannya ke Semarang. Dia sudah merantau setahun lebih dan kami hanya berkomunikasi lewat surat dan ponsel. Dua kali saya bertanya, dia selalu bilang 'Belum tahu, An.' Saat H+3 kemarin, tiba-tiba dia mengabarkan sudah sampai ke Semarang di mana saya masih perjalanan rekreasi ke Bandungan. Dia memang tidak memberikan janji untuk bertemu hanya sekedar memberikan informasi keberadaannya saja di Semarang. Qadarullah, kami memang tak bisa bertemu saat itu karena saya masih terjebak macet saat arus kepulangan ke Semarang.  Dari kejadian ini saya menyimpulkan kebenaran dari kata-kata pembuka catatan di atas. Saya memang menaruh harapan ke manusia sehingga output yang muncul adalah sebentuk kekecewaan. Dalam hati saya memang cukup kecewa karena dia datang tiba-tiba dan malam sebelumnya tidak memberitahu saya. Yap, kalau ada kesempatan, Insya Allah, pasti kami dipertemukan lagi. Entah kapan waktunya, harapan saya; kami dipertemukan dalam waktu yang tepat dan terbaik.

Saya juga tak berharap untuk menjadi pribadi yang PHP [P]emberi [H]arapan [P]alsu kepada seseorang. Maka dari itu, mulai sekarang saya harus belajar untuk menunaikan segala amanah/ janji yang pernah terucap atau suatu hal yang direncanakan masa depan dengan ucapan optimisme; INSYA ALLAH. Bukan sekedar menyanyikan lagunya Maher Zain yang berjudul serupa 'INSYA ALLAH', melainkan sebuah keyakinan dalam jiwa, bahwa Allah memang Pemberi Harapan Nyata (PHN) bagi seluruh insan.



9:129
Sahih International
But if they turn away, [O Muhammad], say, "Sufficient for me is Allah ; there is no deity except Him. On Him I have relied, and He is the Lord of the Great Throne."
Indonesian
Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung".
#mulai menata hati untuk membuka lembaran yang baru....
Pada Hari+4 Lebaran ini, kepada teman-teman dunia maya; pengunjung blog SEMANGAT PAGI, semoga tak terlambat saya ucapkan:



An Maharani Bluepen

04 Syawal 1434 H/ 11 Agustus 2013 M

Read Users' Comments (6)

6 Response to "PHN: [P]emberi [H]arapan [N]yata"

  1. JeQ, on 11 Agustus 2013 20.06 said:

    ya, mbak..
    biasanya sih yg banyak berjanjilah yg banyak mengingkarinya...
    apalagi di zaman sekarang, kayaknya makna 'InsyaAllah' itu tidak ada artinya, seringkali diucapkan tetapi jarang mw memahaminya...
    semoga saya juga bisa belajar utk senantiasa menyerahkan semuanya dan selalu mengingat akan keberadaan ALLAH...

    sama2.. saya mengucapkan Taqabbalallahu wa minna waminkum...
    semoga ALLAH menerima segala amal ibadah kita..
    mohon maaf atas segala kata2 yg kurang berkenan... ^_^

  2. Ania Maharani, on 12 Agustus 2013 08.17 said:

    taqabbal yaa kariim.. maafkan kalau ada khilaf selama berinteraksi di dunia maya, ya

    #tulisan di atas juga sebagai pengingat diri sendiri :D

  3. Nurmayanti Zain, on 31 Agustus 2013 10.39 said:

    In syaa Allah :)

  4. fadshaka sanichiyonni, on 13 Oktober 2013 20.25 said:

    Mbak.... postingannya oke bangeeet :)

    Duh, dalem banget deh. Membuka mata saya dan langsung introspeksi, sepertinya selama ini saya juga terkadang nggak ngomong insyaaLLah kalau menjanjikan sesuatu. >< Tapi kalo boleh jujur sih, biasanya saya nggak ngucapin kata sakti itu kalo saya memang nggak terlalu pengin melakukan hal tersebut :">

    Tapi yang jelas, terima kasih banget telah memberikan link postingan ini ke saya. Suka banget. Jalan-jalan lagi ah! :D

    -Pipi-

  5. Ania Maharani, on 14 Oktober 2013 09.03 said:

    alhamdulillah... terima kasih sudah berkunjung, mbak Pipi..
    Ah, senangnya dapat saudara baru di dunia nyata dan dunia maya sepertimu :D someday, insya Allah, kita ketemuan lagi, ya!

  6. Ania Maharani, on 14 Oktober 2013 09.05 said:

    apa kabar, mbaak Maya?

Posting Komentar

Thanks for reading
^________^

 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver