Perasaan Perempuan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Perempuan paling 'labil' jika bersentuhan dengan perasaan. Apapun yang dirasakannya lebih 'sensitif' daripada yang dirasakan oleh pria. Sedikit saja perhatian dari seorang pria bisa mengaktifkan perasaan perempuan. Meski si pria hanya menganggap perempuan sebagai teman. Tak lebih dari itu. Namun perasaan perempuan lebih dalam. Ia mengartikannya jauh dari demikian. Apalagi kalau si pria sudah bercerita panjang lebar tentang kisah hidupnya. Hati perempuan mana yang luluh jika ada pria yang mau bercerita (curhat) seperti itu? Perempuan pasti beranggapan bahwa si pria itu menaruh kepercayaan kepadanya secara lebih istimewa. 

Ekspetasi perempuan terlalu tinggi jika menghadapi permasalahan hati. Dalam memendam perasaan, perempuan mungkin bisa menahannya. Dalam kondisi ketidakpastian, perasaan perempuan bisa saja jebol dengan sendirinya. Ia menjadi 'korban sikap ketidakpastian' pria yang hadir dalam hidupnya.

**********
Tipekal perempuan tersebut kurang sabar dalam menghadapi situasi. Semula ia sangat kokoh dalam memendam perasaannya, mempertahankan perasaan itu berlama-lama, hingga tak sadar bahwa pria yang ditungguinya tidak peduli kepadanya. Perasaan yang dipendamnya akhirnya disampaikan langsung kepada si pria. Tanpa perantara. Tanpa peduli harga diri perempuan semakin merendah. Ia ceritakan perasaannya selama ini. Segala hal yang menyesakkan hatinya dikeluarkannya. Sang perempuan tak peduli jika cintanya bertepuk sebelah tangan karena telah mengetahui sang pria telah berhubungan dengan perempuan lain. Ia sanggup memikul risiko. Menanggung malu luar biasa. Ia tak bisa memendam perasaannya lebih lama lagi. Akhirnya, hati perempuan itu terluka karena perasaannya sendiri.

Sang pria lalu menegaskan bahwa kedekatannya selama ini hanyalah sebagai teman. Ia tidak menyukai sang perempuan sejak awal. Ia ingin menyampaikan kepada perempuan bahwa ia tidak suka dengan tipekal perempuan sepertinya, namun ada rasa 'enggan' untuk mengungkapkannya. Sang perempuan semakin menyalahkan dirinya sendiri. Ia merasa muak atas sikap pria yang 'sok baik' tersebut. Perempuan menelan kesalahpahaman terlalu pahit. Mengambil kesimpulan terlalu buru-buru. Menghadapi permasalahan dengan mengedepankan 'perasaan' bukan 'logika' akal sehat. Inilah yang dinamakan 'cinta itu dapat membutakan logika.'

Perempuan sangat sulit melupakan masa lalu dengan baik. Bayang-bayang kesalahan selalu hadir ketika kondisi mulai rapuh. Sangat sulit untuk membangun kepercayaan diri dan menemukan cahaya cinta yang baru. Dalam kondisi seperti ini, perempuan sangat membutuhkan sandaran yang bisa menguatkannya. Sosok orang tua, sahabat, atau perempuan lain yang memiliki kisah serupa atau kisah yang jauh lebih nelangsa, Insya Allah bisa lebih menguatkannya. Lebih baik lagi, jika perempuan itu mau menyandarkan diri persoalan hatinya kepada Sang Khalik, Maha Membolak-balikkan hati manusia. 

Ketika perempuan mau mengerti dan memahami bahwa di dunia ini tidak dirinya yang menderita seorang diri, dia akan bercermin bahwa ujian yang dihadapinya tidak melebihi kapasitas diri. Perempuan mengerti bahwa Allah memberikan ujian ini sebagai tanda cinta kepadanya, bahwa orang yang disukainya selama ini bukanlah orang yang tepat untuknya. Allah ingin menunjukkan sosok lain yang lebih tepat bagi perempuan tersebut. Kondisi menyakitkan menurut perempuan bisa berarti sebuah hikmah yang akan berbuah manis. Perlu kesabaran dalam menemukan cinta sejati, sebuah cinta yang Diridhai-Nya. 

Bagi perempuan yang pernah sakit hatinya, berhentilah untuk menyalahkan diri sendiri karena hal itu akan mendzalimi diri sendiri (ga nafsu makan, susah tidur-lah, atau malas beraktivitas). Tidak perlu mengukur kekurangan diri terlalu jauh (kurang cantik-lah, kurang cerdas-lah) dengan membandingkan diri dengan perempuan lain. Jadilah diri sendiri yang bertambah kuat imannya karena sebuah ujian, bertambah syukur atas segala kondisi. Allah menciptakan perempuan dengan keistimewaannya masing-masing. Perempuan dipilih pria karena ada empat hal; kecantikannya, kecerdasannya, kedudukannya, serta kesholehannya. Bagi pria yang tidak ingin hidupnya celaka, pasti menginginkan 'kesholehan' sebagai kriteria utama. Begitu pula dengan perempuan. Seburuk-buruknya perempuan-pun, pasti menginginkan jodoh yang baik. Perempuan yang memiliki masa lalu yang buruk, tak perlu berkecil hati dalam mencerahkan masa sekarang dan yang akan datang. Hidup adalah kesempatan. Selama ada hembusan nafas, masih ada kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri sepanjang waktu hidup.

Kita hidup bukan sekedar berteori belaka, kan? Praktikkan teori kecil yang menjadi semangat ketika kita mulai rapuh. Sekecil apapun itu, tidak membuat kita berputus asa dari rahmat Allah. Tetaplah berprasangka baik kepada-Nya. Dengan ujian ini, hidup kita semakin dewasa dan kuat tentunya :)

**
An Maharani Bluepen
09 Oktober 2014

Read Users' Comments (1)comments

1 Response to "Perasaan Perempuan"

  1. Lulu Wulandari, on 6 November 2014 07.43 said:

    sepakat mbak, perempuan paling labil dengan perasaan...
    cuma Allah-lah tempat sebaik2 berlindung :D

Posting Komentar

Thanks for reading
^________^

 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver