No Selfie Again

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sehabis menunaikan shalat Maghrib, saya mendapatkan panggilan dari Bu Yekti. Tumben, beliau telepon jam segitu. Adakah urusan kantor yang penting dibahas? Kami juga tidak lagi dalam divisi yang sama. Saya penasaran, kemudian saya angkat telepon genggam segera.

"Assalaamu'alaykum, Bu? Pripun, Bu?"
"Wa'alaykumsalam, Nia. Kok suaranya kecil banget."
"Iya, Bu? Ada apa, nggih?" Saya coba memperkeras suara saya agar bisa terdengar.
"Tadi Ibu mengirim SMS ke kamu. Sudah dicek, belum?"
"Oh, tadi SMS dari Ibu, ya? Maaf, belum saya cek, Bu."
"Nia, foto PPnya ganti, yaa. Foto yang berhias itu, lho. Sama anak kecil yang sedang ketawa. Kamu pake make-up, kan? Lebih baik tampil polosan aja, Nia."
"Oh, foto di WA, ya, Bu? Hehe. Iya, Bu. Itu ama keponakan saya. Habisnya dia ketawanya lucu, sih, Bu."
"Ya.. Segera diganti, ya, Nia. Ibu awasi sampai kamu ganti PP."
"Ibu perhatian banget dengan saya. Saya jadi ndak enak. Iya, Bu, segera saya ganti PP-nya. Maturnuwun."
"Sesama muslim saling mengingatkan, Nia."
"Betul, Bu."

Saya mencari sinyal inet di ruang tamu dan segera mengubah foto 'narsis' bersama keponakan saya tersebut.
Saya sadar, saya salah. Saya bersyukur, masih ada sosok yang perhatian dengan PP saya di WA (Whats App). Selain di WA, ternyata foto tersebut sudah terpublish di Instagram (IG) dan juga link di Twitter. Waduh... Sarang fitnah mungkin sudah terbuka lebar di khalayak umum.

Saya ketawa dengan perbuatan 'bodoh' tersebut. Semula berniat hanya ingin menunjukkan ekspresi kelucuan keponakan saya, berubah jadi sarang fitnah di media sosial. Saya jadi kapok foto #selfie lagi. Saya cermati foto-foto #selfie di IG, ternyata jumlahnya lumayan, ada sekitar lima-an foto. Setelah itu, saya hapus semua foto yang telah terpajang di media sosial tersebut. Mungkin di blog ini pernah publikasi tentang foto-foto #selfie.. Hyaa... Di manakah kemaluan saya sebagai sosok seorang muslimah? Begitu mudahnya memajang foto-foto yang sangat rentan, bisa jadi obyek perhatian lawan jenis.

Pernah juga saya menampilkan saya bersama sosok penari Jawa, yang maaf, terbuka auratnya di blog ini, kemudian saya jadikan PP di WA. Kemudian, teman saya mengingatkan saya untuk berhati-hati mengupload gambar di dunia maya, apalagi foto itu berurusan dengan foto 'wajah' pribadi, menampilkan sosok 'narsis' ataupun 'aurat terbuka' orang lain. Ini sudah kedua kali saya diingatkan oleh orang-orang yang masih peduli dengan saya, orang-orang yang sangat sayang kepada saya.

Terima kasih, ya Rabb.. Engkau selalu Memberikan pesan kebaikan dari arah yang tidak disangka-sangka.

:) No selfie again :) 
An Maharani Bluepen
Akhir Syawal 1435 H

Read Users' Comments (2)

2 Response to "No Selfie Again"

  1. Tuti Wartati Aisyah Fathiyah, on 1 September 2014 12.02 said:

    :) ti hati...saling mengingatkan yaaa...

  2. Ania Maharani, on 2 September 2014 09.38 said:

    suwun, yaa, mbaak

Posting Komentar

Thanks for reading
^________^

 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver